7 Contoh mainan edukatif buatan sendiri

7 Contoh mainan edukatif buatan sendiri

mainan edukatif buatan sendiri
mainan edukatif buatan sendiri

Orang tua mana yang tidak bahagia melihat anaknya selalu ceria dan sehat ??? Tentunya anak yang ceria dan sehat akan membuat orang tua sangat bahagia. Nah, Seringkali anak-anak sedih dan tidak ceria karena tidak diperbolehkan bermain sesuatu yang disukainya. Terkadang mereka  suka bermain mainan yang menurut orang tua berbahaya, demi kebaikan anak akhirnya anak tidak boleh memainkan mainan itu, dan seringkali membuat anak-anak sedih. Simak disini cara membuat mainan edukatif buatan sendiri

Mainan edukatif tidak harus beli dengan harga mahal. Kita bisa membuat mainan sendiri dengan barang di sekitar kita. Selain tidak mengeluarkan biaya besar, membuat mainan sendiri juga memiliki manfaat untuk mengasah kreativitas anak. Berikut ini mainan edukatif yang bisa anda buat bersama si kecil di rumah.

Bermain bentuk dengan batang korek api

Cara sederhana untuk mengenalkan konsep bentuk secara langsung, salah satunya dengan menggunakan batang korek api ataupun tusuk gigi. Supaya terlihat lebih menarik, celupkan bahan-bahan tersebut ke cat warna yang berbeda. Ajak mereka membuat bentuk yang sesuai dengan kreasinya. Jangan lupa, tetap mendampingi mereka saat membentuk kreasi yang diinginkan. Misalnya, memperkenalkan anak mengenai beberapa bentuk bangun datar dan bangun ruang seperti  persegi, segitiga, layang-layang, belah ketupat, prisma, kubus, balok, limas, dan sebagainya.

Bermain hitung menggunakan kelereng

Alat permainan edukatif tradisional ini telah ada sejak dulu, bentuknya yang mungil dan warna-warni membuat semua orang ingin memainkannya. Jangan salah, selain untuk bermain, kelereng ini bisa digunakan untuk belajar berhitung yang menyenangkan. Cara memainkannya mudah, ajaklah anak menghias semua kelereng. Bebaskan mereka untuk mewarnai kelereng dengan warna yang mereka inginkan. Setelah itu ajak anak menghitung jumlah kelereng berdasarkan warnanya dan dimasukan ke dalam wadah.

Bermain dengan potongan kertas

Kertas bekas yang sudah tidak terpakai jangan dibuang. Ajak anak untuk berkreasi dengan kertas itu. Agar terlihat menarik, warnai kertas bekas tersebut dengan warna yang berbeda. Setelah kertas berubah warna seperti baru, saatnya uji kreativitas dengan membuat bentuk yang diinginkan.

Bermain warna

Ajak anak untuk melukis dengan jari jemarinya. Biarkan anak berkreasi sesuka hati. Alat yang dibutuhkan sangat sederhana, cuma buku gambar serta satu set cat air. Dengan bermain warna, anak diasah berimajinasi membuat bentuk dan mengenal warna.

Membuat mainan sendiri di rumah memang menyenangkan dan tidak mengeluarkan biaya yang besar. Namun, tetap dampingi dan ajari anak  saat bermain.

Sumber : http://www.mustikacendekia.com/blog/mainan-edukatif-buatan-sendiri/

Mainan Edukasi Anak

PENGERTIAN MAINAN EDUKASI ANAK

Mainan edukasi anak
Mainan edukasi anak

Mainan edukasi anak adalah semua bentuk permainan yang dirancang untuk memberikan pengalaman pendidikan atau pengalaman belajar kepada para pemainnya. Termasuk Permainan tradisional dan “modern” yang diberi muatan pendidikan dan pengajaran (Adams, 1975)

Atas dasar pengertian itu, permainan yang dirancang untuk memberi informasi atau menanamkan sikap tertentu. Misalnya untuk memupuk semangat kebersamaan dan kegotongroyongan.

Digolongkan dalam kategori permainan edukatif karena permainan itu memberikan pengalaman belajar kognitif dan afektif. Tidak menjadi soal apakah permainan itu merupakan permainan “asli” yang khusus dirancang untuk pendidikan ataukah permainan “lama” yang diberi nuansa atau dimanfaatkan untuk pendidikan.

MANFAAT MAINAN EDUKASI ANAK

Kegiatan yang sangat menyenangkan dan dapat merupakan cara atau alat pendidikan yang bersifat mendidik dan bermanfaat untuk meningkatkan kemampuan berbahasa, berpikir serta bergaul dengan lingkungan atau untuk menguatkan dan menterampilkan anggota badan si anak, mengembangkan kepribadian, mendekatkan hubungan antara pendidik dengan peserta didik, kemudian menyalurkan kegiatan anak didik dan sebagainya.

Permainan edukatif juga dapat berarti sebuah bentuk kegiatan yang dilakukan untuk memperoleh kesenangan dari cara atau media pendidikan yang digunakan dalam kegiatan bermain. Yang disadari atau tidak, memiliki muatan pendidikan yang dapat bermanfaat dalam mengembangkan diri peserta didik. Artinya, permainan edukatif merupakan sebuah bentuk kegiatan mendidik yang dilakukan dengan menggunakan cara atau media permainan yang bersifat mendidik. Ringkasnya, permainan edukatif adalah permainan yang bersifat mendidik.

Baca juga :

  • Pengertian mainan edukasi
  • Cara membuat mainan edukasi
  • Cara membuat mainan edukasi dari barang bekas
  • Cara memilih mainan edukasi sesuai dengan umur
  • Alat  – alat peraga edukatif
  • Membuat alat peraga buatan sendiri
  • Bagaimana membuat siswa PAUD betah belajar disekolah
  • Cara membuat puzzle dari kardus
  • Kreasi membuat peraga
  • Mainan anak yang cocock untuk TK / PAUD
  • Jenis – jenis mainan dari kayu
  • Profit jualan mainan anak

Pengiriman Alat Peraga dan Mainan Anak ke Pontianak

abata-mainan-tk-25

Pengiriman Alat Peraga dan Mainan Anak ke Pontianak. Kali ini abata jogja mengirim alat peraga edukatif dan mainan anak ke daerah pontianak. Abata memproduksi berbaigai alat peraga edukatif ( disingkat APE ) biasanya terbuat dari kayu. APE biasanya digunakan untuk indoor (dalam ruangan), APE melengkapi ruangan / sentra pendidikan di PAUD, TK, SPS, Penitipan Anak atau sekolah – sekolah lainnya. Alat perga edukatif meliputi : balok – balok, Pusel, Menara, Melipat, membatik, mencocok, dsb

Ada lagi mainan outdoor, kenapa disebut outdoor adalah karena mainan – mainan ini diletakkan di luar ruangan. Seperti di halaman kelas. Mainan outdoor ini biasanya terbuat dari besi dan fiber. Mainan model seperti ini melatih perkembangan motorik kasar anak PAUD, SPS ataupun Taman Kanak – Kanak ( TK ).

Anda tentunya pernah melihat Ayunan ya ? Mainan outdoor meliputi banyak sekali permainan : Ayunan, Jungkitan, Perosotan, Panjatan dll. Ada lagi produksi Abata jogja adalah mainan playground, playground ini adalah gabungan berbagai jenis mainan outdoor menjadi satu buah mainan berukuran besar. Mainan playground ini sangat ccocok menjadi icon / kebanggaan suatu sekolah. Anda yang pingin melihat jenis dan tipe mainan playground, silahkan klik disini. 

Kembali lagi ke daerah pengiriman kami di pontianak, secara demografis / kependudukan pontianak meliputi 6 Kecamatan yaitu : Pontianak barat, Pontianak kota, Pontianak selatan, Pontianak tenggara, Pontianak utara, Pontianak timur. Ini kami cantumkan kelurahan – kelurahan di wilayah Pontianak Pulau Kalimantan :

A. KOTA PONTIANAK

1. Kecamatan Pontianak Barat

– Kelurahan/Desa Sei/Sungai Jawi Luar (Kodepos : 78113)
– Kelurahan/Desa Pal Lima (Kodepos : 78114)
– Kelurahan/Desa Sei/Sungai Jawi Dalam (Kodepos : 78115)
– Kelurahan/Desa Sei/Sungai Beliung (Kodepos : 78117)

2. Kecamatan Pontianak Kota

– Kelurahan/Desa Tengah (Kodepos : 78111)
– Kelurahan/Desa Mariana (Kodepos : 78112)
– Kelurahan/Desa Sei/Sungai Jawi (Kodepos : 78113)
– Kelurahan/Desa Sei/Sungai Bangkong (Kodepos : 78116)
– Kelurahan/Desa Darat Sekip (Kodepos : 78117)

3. Kecamatan Pontianak Selatan

– Kelurahan/Desa Akcaya (Kodepos : 78121)
– Kelurahan/Desa Kota Baru (Kodepos : 78121)
– Kelurahan/Desa Parit Tokaya (Kodepos : 78121)
– Kelurahan/Desa Benua Melayu Darat (Kodepos : 78122)
– Kelurahan/Desa Benua Melayu Laut (Kodepos : 78123)
– Kelurahan/Desa Bangka Belitung (Kodepos : 78124)

4. Kecamatan Pontianak Tenggara

– Kelurahan/Desa Bangka Belitung Darat (Kodepos : 78124)
– Kelurahan/Desa Bangka Belitung Laut (Kodepos : 78124)
– Kelurahan/Desa Bansir Darat (Kodepos : 78124)
– Kelurahan/Desa Bansir Laut (Kodepos : 78124)

5. Kecamatan Pontianak Timur

– Kelurahan/Desa Saigon (Kodepos : 78132)
– Kelurahan/Desa Tanjung Hulu (Kodepos : 78137)
– Kelurahan/Desa Parit Mayor (Kodepos : 78231)
– Kelurahan/Desa Banjar Serasan (Kodepos : 78233)
– Kelurahan/Desa Tambelan Sampit (Kodepos : 78234)
– Kelurahan/Desa Dalam Bugis (Kodepos : 78235)
– Kelurahan/Desa Tanjung Hilir (Kodepos : 78236)

6. Kecamatan Pontianak Utara

– Kelurahan/Desa Siantan Hulu (Kodepos : 78241)
– Kelurahan/Desa Siantan Tengah (Kodepos : 78242)
– Kelurahan/Desa Siantan Hilir (Kodepos : 78243)
– Kelurahan/Desa Batu Layang (Kodepos : 78244)

B. KABUPATEN PONTIANAK

1. Kecamatan Anjongan

– Kelurahan/Desa Anjungan Dalam (Kodepos : 78353)
– Kelurahan/Desa Anjungan Melancar (Kodepos : 78353)
– Kelurahan/Desa Dema (Kodepos : 78353)
– Kelurahan/Desa Kepayang (Kodepos : 78353)
– Kelurahan/Desa Pak Bulu (Kodepos : 78353)

2. Kecamatan Mempawah Hilir

– Kelurahan/Desa Tengah (Kodepos : 78911)
– Kelurahan/Desa Terusan (Kodepos : 78912)
– Kelurahan/Desa Tanjung (Kodepos : 78913)
– Kelurahan/Desa Kuala Secapah (Kodepos : 78914)
– Kelurahan/Desa Malikian (Kodepos : 78919)
– Kelurahan/Desa Pasir (Kodepos : 78919)
– Kelurahan/Desa Penibungan (Kodepos : 78919)
– Kelurahan/Desa Sengkubang (Kodepos : 78919)

3. Kecamatan Mempawah Timur

– Kelurahan/Desa Pasir Panjang (Kodepos : 78915)
– Kelurahan/Desa Pasir Wan Salim (Kodepos : 78915)
– Kelurahan/Desa Pasir Palembang (Kodepos : 78916)
– Kelurahan/Desa Antibar (Kodepos : 78917)
– Kelurahan/Desa Pulau Pedalaman (Kodepos : 78917)
– Kelurahan/Desa Sejegi (Kodepos : 78918)
– Kelurahan/Desa Parit Banjar (Kodepos : 78919)
– Kelurahan/Desa Sei/Sungai Bakau Kecil (Kodepos : 78919)

4. Kecamatan Sadaniang

– Kelurahan/Desa Amawang/Amawaking (Kodepos : 78361)
– Kelurahan/Desa Ansiap (Kodepos : 78361)
– Kelurahan/Desa Bumbun/Bunbun (Kodepos : 78361)
– Kelurahan/Desa Pentek (Kodepos : 78361)
– Kelurahan/Desa Sekabuk (Kodepos : 78361)
– Kelurahan/Desa Suak Berangan/Barangan (Kodepos : 78361)

5. Kecamatan Segedong

– Kelurahan/Desa Parit Bugis (Kodepos : 78351)
– Kelurahan/Desa Peniti Besar (Kodepos : 78351)
– Kelurahan/Desa Peniti Dalam I (Satu) (Kodepos : 78351)
– Kelurahan/Desa Peniti Dalam II (Dua) (Kodepos : 78351)
– Kelurahan/Desa Purun Besar (Sungai Purun Besar) (Kodepos : 78351)
– Kelurahan/Desa Sei/Sungai Burung (Kodepos : 78351)

6. Kecamatan Sei / Sungai Kunyit

– Kelurahan/Desa Bukit Batu (Kodepos : 78371)
– Kelurahan/Desa Mendalok (Kodepos : 78371)
– Kelurahan/Desa Sei/Sungai Bundung Laut (Kodepos : 78371)
– Kelurahan/Desa Sei/Sungai Dungun (Kodepos : 78371)
– Kelurahan/Desa Sei/Sungai Duri I (Satu) (Kodepos : 78371)
– Kelurahan/Desa Sei/Sungai Duri II (Dua) (Kodepos : 78371)
– Kelurahan/Desa Sei/Sungai Kunyit Dalam (Kodepos : 78371)
– Kelurahan/Desa Sei/Sungai Kunyit Hulu (Kodepos : 78371)
– Kelurahan/Desa Sei/Sungai Kunyit Laut (Kodepos : 78371)
– Kelurahan/Desa Sei/Sungai Limau (Kodepos : 78371)
– Kelurahan/Desa Semparong Parit Raden (Kodepos : 78371)
– Kelurahan/Desa Semudun (Kodepos : 78371)

7. Kecamatan Sei / Sungai Pinyuh

– Kelurahan/Desa Jalan Galang (Kodepos : 78353)
– Kelurahan/Desa Nusapati (Kodepos : 78353)
– Kelurahan/Desa Peniraman (Kodepos : 78353)
– Kelurahan/Desa Sei/Sungai Bakau Besar Darat (Kodepos : 78353)
– Kelurahan/Desa Sei/Sungai Bakau Besar Laut (Kodepos : 78353)
– Kelurahan/Desa Sei/Sungai Batang (Kodepos : 78353)
– Kelurahan/Desa Sei/Sungai Pinyuh (Kodepos : 78353)
– Kelurahan/Desa Sei/Sungai Purun Kecil (Kodepos : 78353)
– Kelurahan/Desa Sei/Sungai Rasau (Kodepos : 78353)

8. Kecamatan Siantan

– Kelurahan/Desa Jungkat (Kodepos : 78351)
– Kelurahan/Desa Peniti Luar (Kodepos : 78351)
– Kelurahan/Desa Sei/Sungai Nipah (Kodepos : 78351)
– Kelurahan/Desa Wajo Hilir (Kodepos : 78351)
– Kelurahan/Desa Wajo Hulu (Kodepos : 78351)

9. Kecamatan Toho

– Kelurahan/Desa Benuang (Kodepos : 78361)
– Kelurahan/Desa Kecurit (Kodepos : 78361)
– Kelurahan/Desa Pak Laheng (Kodepos : 78361)
– Kelurahan/Desa Pakutan (Kodepos : 78361)
– Kelurahan/Desa Sembora/Samboro (Kodepos : 78361)
– Kelurahan/Desa Sepang (Kodepos : 78361)
– Kelurahan/Desa Terap (Kodepos : 78361)
– Kelurahan/Desa Toho Ilir (Kodepos : 78361)

Tips Memilih Mainan Anak Yang Aman

Pukulan Kotak Isi 5

TIPS MEMILIH MAINAN ANAK YANG AMAN

Tips Memilih Mainan Anak Yang Aman
Tips Memilih Mainan Anak Yang Aman

 

Saat Anda memilih mainan, Anda mungkin terpana melihat begitu banyaknya jenis mainan yang disediakan. Begitu banyak, hingga Anda mengurungkan niat untuk membeli mainan untuk anak Anda. Toh, si kecil juga tetap asyik meskipun “mainannya” hanya toples berisi permen yang berulangkali dituang dan dimasukkan kembali. Atau, serbet yang berulangkali diseretnya dengan kaki ke sana-kemari.
Namun, Anda perlu mengingat, mainan yang baik haruslah yang mendorong tumbuh-kembang anak. Mainan tersebut juga harus disesuaikan dengan karakter anak. Apa yang cocok untuk anak lain, belum tentu disukai anak Anda. Mainan tidak boleh terlalu sulit, karena akan membuatnya frustrasi. Jika terlalu mudah, akan membuatnya bosan. Kemudian, menurut Alvin Eden, M.D., profesor klinis di jurusan Pediatrics, Weil Medical College of Cornell University, New York, saat memilih mainan anak, Anda harus mempertimbangkan tingkat keamanannya. Pada dasarnya mainan tidak boleh memiliki sudut yang tajam, bagian-bagian yang mudah dilepas, tidak mudah patah atau pecah, berukuran cukup besar sehingga tidak dapat dimasukkan ke mulut dan ditelan.

Berikut adalah beberapa permainan sesuai usia anak, menurut AlvinEden:

Memilih mainan Usia 0-1 tahun

Pastikan mainan tidak mudah terbakar, tidak beracun, dan dapat dicuci. Boneka binatang sebaiknya merupakan satu bagian; bila ada tangan atau kaki juga tersambung dengan aman. Bagian wajah sebaiknya dilukis atau dibordir, sehingga tidak ada mata dari kancing yang bisa ditarik dan dilepas lalu ditelan. Mainan yang kecil dan ringan lebih mudah dipegang dan dipeluk oleh anak usia ini.
Mainan yang bergerak membantu mengembangkan kemampuan bayi untuk menaruh perhatian pada obyek. Bola yang mengeluarkan suara atau memiliki bagian-bagian yang bergerak di dalamnya memberikan stimulasi motorik, visual, dan pendengaran, serta membantu mengembangkan gerakan mata, merangkak, dan meningkatkan kemampuan motorik. Namun pastikan ia tidak dapat mengeluarkan bagian yang bergerak-gerak tersebut. Mainan yang bergemerincing juga akan menarik perhatian bayi melalui warna, suara, sentuhan, dan rasanya. Gelang-gelang yang didesain untuk merangsang pertumbuhan gigi boleh diberikan, asal tidak mudah patah, tidak ada bagian yang longgar, dan dapat dicuci.

Memilih mainan Usia 12-18 bulan

Pada tahap ini, bayi sudah bisa berdiri dan duduk, namun ada yang belum bisa berjalan sendiri. Mereka senang memindah-mindahkan obyek, seperti mainan yang bisa ditarik-ulur dan menimbulkan bunyi, mainan yang bisa dibuka-tutup, memencet tombol, dan main ciluk-ba. Bayi juga senang bermain menyusun kotak, namun pilih kotak yang ditutup dengan kain yang lembut dan ringan. Tak perlu menyediakan terlalu banyak kotak, karena akan membingungkan anak.
Bayi senang dengan mainan yang dapat ditumpangi seperti mobil-mobilan, namun mainan ini berbahaya untuk anak yang belum bisa berjalan. Pastikan anak dapat naik-turun mainan dengan mudah, dan dapat melakukan manuver sendiri. Mainan yang bisa ditarik-ulur juga baik untuk anak yang sudah bisa berjalan.

Memilih mainan Usia 18-24 bulan

Anak usia ini sudah mulai berbicara, dan tertarik dengan ukuran dan peletakan barang. Menyusun kotak berukuran besar akan menarik hatinya. Mulailah dengan satu set berukuran kecil, dan ganti dengan yang berukuran besar begitu minat anak berkembang. Kotak yang diberi wadah membuatnya asyik memasukkan dan mengeluarkan.
Mainan telepon memberikan anak terlibat dalam kegiatan orang dewasa, dan anak suka dengan suaranya. Bentuknya yang menyerupai tokoh kartun membantu anak tetap tertarik. Mainan mengenal bentuk mendorong anak untuk menggabung-gabungkan potongannya. Hal ini membantu mengembangkan koordinasi mata dan tangan, kemampuan mencari pasangannya, dan mengenali bentuk. Namun potongan mainan sebaiknya tidak terlalu banyak.
Mainan lain yang cukup baik antara lain bus dengan penumpang yang bisa dikeluarkan, hand puppets, atau boneka. Bermain dengan boneka bayi dan trolley-nya membantu anak mengembangkan imajinasi, bermain peran, dan membangun kemampuan sosial, selain membantu meningkatkan kemampuan motoriknya.

Memilih mainan Usia 2-3 tahun :

Anak sudah semakin kreatif. Mereka menyukai kegiatan orang dewasa, dan mainan yang realistis akan menstimulasi otak mereka. Kelompok usia ini juga menggemari mainan yang membutuhkan gerak dan ketangkasan.
Mainan atau boneka yang bisa berbicara, atau mainan instrumen musik juga populer. Semakin banyak fitur yang ditampilkan, semakin anak suka, selama masih mudah digunakan. Mobil-mobilan seperti truk baik untuk kegiatan di dalam atau luar rumah, begitu juga sandbox lengkap dengan ember dan sekop untuk menggali atau mengeruk pasir. Kereta api juga menyenangkan, karena anak bisa belajar meletakkan dan memungut kereta dari relnya.
Anak juga sudah bisa bermain puzzle yang sederhana. Permainan ini menguatkan koordinasi mata dan tangan, kemampuan mencocokkan, dan mengenali bentuk, serta akan membuatnya terus penasaran, sejauh sesuai dengan tingkat kemampuannya. Potongannya sebaiknya tidak terlalu kecil, supaya tidak mudah dimasukkan ke mulutnya juga. Mainan yang menunjukkan profesi, seperti perangkat kedokteran, atau memasak, juga mendorong kreativitasnya.

Memilih mainan Usia 3-5 tahun: 

Anak-anak usia ini mulai menikmati kegiatan menggambar, mencoret-coret, dan memberi warna. Memberikan kertas dan krayon juga akan mendorong kemampuannya menulis. Mencoret-coret akan meningkatkan imajinasi dan kreativitas, dan menjadi sarana yang baik untuk mengekspresikan emosinya.
Permainan yang menggunakan papan (board games) seperti ular tangga mempertajam kemampuan visualisasi dan memorinya, karena membutuhkan imajinasi atau perhitungan mental. Permainan lain yang bisa mulai diperkenalkan adalah buku cerita, mainan untuk membangun sesuatu, mengenakan pakaian pada boneka dan berbagai aksesorinya, rumah-rumahan, puzzle dengan tingkat kesulitan yang disesuaikan, dan sepeda.

Demikian Tips Memilih Mainan Anak Yang Aman, semoga bermanfaat.

(edit by Ruslan dari harian Kompas)